Tampilkan postingan dengan label Perlengkapan Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perlengkapan Bayi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 September 2010

Sterilisasi Alat Makan dan Minum Bayi

Peralatan makan dan minum bayi harus bebas kuman demi menjaga kesehatannya. Sebelum digunakan, semua peralatan makan dan minum bayi haruslah disucihamakan (sterilisasi) terlebih dahulu. Hal ini mengingat susu yang tertinggal dan menempel pada botol, misalnya, merupakan media ideal untuk berkembang biaknya kuman dan jamur penyebab penyakit.

1. Sterilisasi dengan uap panas (steam sterilization)
Alat: Steam sterilizer
Cara:
  • Lakukan sesuai petunjuk pemakaian.
  • Sterilisasi selama 8-10 menit.
  • Setelah alat dimatikan, diamkan dulu selama 2-3 menit sebelum Anda membuka dan mengambil peralatan makan atau minum.
Keterangan:
  • Peralatan akan tetap bertahan dalam kondisi steril selama 3 jam.
  • Pastikan wadah plastik yang digunakan cocok untuk sterilisasi dengan uap panas ini.
2. Sterilisasi dengan air dingin (cold water sterilization)
Alat: Bahan kimia untuk sterilisasi berupa padatan atau larutan yang tidk toksik (umumnya sodium hipoklorit)
Cara:
  • Lakukan sesuai petunjuk pemakaian, yakni: Masukkan semua peralatan yang sudah bersih ke dalam wadah, Tuangkan air matang dingin hingga semua peralatan terendam, Masukkan tablet atau cairan ke dalam air.
  • Sterilisasi akan efektif setelah 30 menit, dna peralatan dapat langsung dipakai tanpa perlu pembilasan.
  • Keterangan:
  • Peralatan boleh dibiarkan terendam dalam larutan pensteril hingga 24 jam untuk tetap menjaga sterilitasnya.
  • Larutan untuk melakukan sterilisasi harus dibuat lagi untuk proses sterilisasi yang baru.
3. Sterilisasi dengan microwave (microwave sterilization)
Alat: Microwave
Cara:
  • Hanya dapat dilakukan untuk peralatan bayi modern yang memang sudha dirancang dapat disterilisasi dengan microwave.
  • Selama proses sterilisasi dengan microwave, botol harus dalam keadaan terbuka.
Keterangan: peralatan akan tetap bertahan dalam kondisi steril selama 2-3 jam, asalkan dalam kondisi microwave tertutup.

Panduan Memilih Baju Bayi

Post image for Panduan Memilih Baju Bayi

Tips Pilih Pakaian Bayi Walau bejibun merek, model dan warna baju bayi yang dijajakan di rak-rak toko pakaian, sebenarnya memilih baju buat si kecil, tidak sulit. Tapi ada beberapa hal-hal yang harus dihindari:

  • Baju bahan sintetis, seperti nylon dan polyester, karena tidak mudah menyerap keringat. Akibatnya, si kecil berisiko kepanasan, terkena gatal-gatal, atau kulitnya kemerahan.
  • Baju yang terlalu pas hanya karena Anda telanjur “jatuh cinta” pada modelnya. Ingat, si kecil perlu gerak leluasa.
  • Baju yang sempit di bagian leher, ketiak, lengan, perut, dan selangkangannya.
  • Baju bermodel heboh, seperti bertali-tali, yang dapat membuat bayi terjerat/tercekik atau celaka yang lain.
  • Baju berkancing besar di bagian depan. Saat si kecil tengkurap, kancing tersebut akan menyakiti tubuhnya.
  • Baju berkancing logam, seperti pada celana atau overall jeans, untuk mengurangi risiko berkarat.
  • Baju kerutan (smock) di bagian dada yang sempit, karena dapat menyebabkan si kecil sesak napas.
  • Baju berkerah tebal dan kaku yang dapat membuat kulit leher bayi gatal-gatal.
  • Baju dengan karet elastis di bagian pinggang, lengan, paha, dan pergelangan tangan, yang terlalu ketat.
  • Baju dengan aksesori kancing, tali, pita, mote/payet, dan lain-lain yang bisa diraih dan dijangkau tangan si kecil. Ingat, bayi cenderung memasukkan semua benda ke dalam mulut untuk “dikenalinya”.
  • Celana panjang kebesaran/kepanjangan. Sebab, dapat menyulitkan, bahkan membahayakan si kecil saat merangkak.

Nah, sudah mengincar baju buat si kecil? Buruan pilih, sebelum diambil orang lain! (Sumber Ayahbunda)

Kamis, 23 September 2010

Perlengkapan Bayi yang Berguna untuk Menenangkan

Kerepotan menenangkan bayi Anda yang rewel? Perlengkapan bayi berikut ini mungkin bisa membantu si kecil (dan juga Anda) untuk merasa lebih nyaman…

Kain/Selimut (Bedong)

Anda pastinya sering melihat bayi yang dibungkus kain fernel/selimut seperti kepompong? Praktek yang sering kita temui terutama pada bayi yang baru lahir ini, ternyata memang beralasan lho, karena bayi memang sangat senang diperlakukan seperti ini.

Bayangkan saja, bayi Anda telah berada di dalam kandungan ibunya selama berbulan-bulan, dalam keadaan tubuhnya “terdekap” rapat, dengan tangan dan kaki yang tidak bebas bergerak dan ia sangat menyukai keadaan seperti ini. Dengan menyelimutinya (mem-bedongnya), ia merasa seperti berada dalam kandungan ibunya dulu.

Tidak hanya itu, kain/selimut yang biasa disebut bedong ini juga sebenarnya bermanfaat melindungi bayi Anda yang baru lahir dari intensitas suara dan cahaya yang berlebihan baginya.

Gendongan

Gendongan (baik gendongan samping, maupun gendongan depan), sangat berguna tidak hanya untuk mengajak si kecil berjalan-jalan ke luar rumah, tetapi juga bisa bermanfaat untuk menenangkannya ketika ia menangis dan rewel.

Perlengkapan untuk Munculnya Gigi

Untuk bayi yang rewel karena proses munculnya gigi, perlengkapan seperti waslap basah atau mainan khusus berisi air yang telah didinginkan (teething toy) bisa cukup membantu. Tidak punya? Sebagai alternatif lain, Anda bisa menggunakan sendok stainless steel yang dicelupkan ke dalam air dingin. Biarkan si kecil menggigit-gigitnya…

Dot

Selain menyusuinya, untuk menenangkan bayi yang rewel, Anda bisa mencoba menggunakan alat bantu seperti dot bayi atau bahkan biarkan si kecil mengenyot jari Anda (asal bersih ya!)…

Para dokter anak mengatakan bahwa aktifitas “mengenyot” pada bayi, ternyata merangsang otaknya untuk melepas unsur kimiawi alami tertentu, yang akan berpengaruh pada sistem sarafnya dan dapat memicu rangsangan yang menenangkan baginya.

Ayunan Bayi

Banyak ayunan bayi yang bermunculan belakangan ini, yang tidak hanya mengayun ke depan dan belakang, tetapi juga ke samping. Ini dimaksudkan untuk meniru gerakan dalam perut ibu.

Namun demikian, sebagian ahli ada juga yang tidak mendukung penggunaan ayunan untuk bayi dan batita. Alasannya, karena dikhawatirkan akan menyebabkan si anak memiliki rasa kurang percaya diri ketika ia dewasa nanti.

Kursi Bayi

Anda mungkin tahu kursi khusus bayi yang bisa dilipat dan dibawa ke mana-mana? Nah, jika bayi Anda sudah bisa duduk, alat ini bisa membantu juga untuk menenangkannya. Terkadang, bayi Anda jenuh jika terus-terusan berada pada posisi tertentu.

Jika si kecil banyak meluangkan waktunya dengan berbaring atau digendong terus menerus, coba letakkan ia di kursi bayi, untuk merubah suasana dan sudut pandangnya.

Kursi ini juga bisa berguna jika Anda membawa si kecil ke rumah teman atau kerabat. Dengan mendudukkan bayi Anda di “kursinya”, ia akan merasa lebih nyaman, walaupun ia berada di tempat yang asing baginya - yang penting ia berada di “kursinya”…