Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Oktober 2010

Membawa ASI Perah Dalam Pesawat Terbang

Ketika ibu yang sedang menyusui ingin melakukan perjalanan dengan pesawat terbang sambil membawa ASI perah, ada aturannya. Tidak perlu khawatir, ASI perah masih tetap bisa dibawa, asal mengikuti aturan.

Aturan di pesawat
1. Aturan penerbangan internasional membatasi penumpang membawa cairan, yaitu tidak boleh lebih dari 3 ounces atau sekitar 90 mililiter. Namun untuk ASI, ternyata aturannya berbeda. Amerika Serikat melalui TSA (Transportation Security Administration atau Badan Keamanan Transportasi), menerbitkan aturan:
  • Ibu yang terbang dengan atau tanpa anak dibolehkan membawa ASI/susu formula/jus dalam jumlah lebih dari 90 mililiter, asal dilaporkan dulu (declared) di pabean.
  • ASI maupun susu formula boleh dibawa di tas jinjing atau tas lainnya. Prosedur pemeriksaannya sama dengan barang-barang lain, yaitu melalui pemeriksaan sinar X, pabean dan boleh dibawa ke kabin. Anda dan anak tidak akan diminta untuk mengetes ASI atau susu formula.
  • Pisahkan ASI atau susu formula tersebut dari cairan lain (gel, aerosol, cairan). Simpan di dalam tas berukuran 1 liter yang memiliki ritsleting di bagian atas.

2. Aturan maskapai Nasional. Berdasarkan peraturan Dirjen Perhubungan Udara nomor SKEP/43/III/2007 tentang Penanganan Cairan, Aerosol dan Gel (Liquid, Aerosol, Gel) yang dibawa penumpang ke dalam kabin pesawat udara pada penerbangan internasional, tersebut dalam pasal 3 ayat 2 bahwa obat-obatan medis, makanan/minuman/susu bayi dan makanan/minuman penumpang untuk program diet khusus tidak usah diperlakukan seperti membawa cairan, aerosol dan gel (harus dimasukkan ke satu kantong plastik transparan ukuran 30 cm x 40 cm dengan kapasitas cairan maksimum 1.000 ml atau 1 satu liter dan disegel). Jadi, silakan membawa ASI perah ke dalam kabin tanpa dibatasi.

3. Laporkan juga ice pack di dalam cooler box ke petugas pabean saat check-in. Bila ice-pack tidak boleh dibawa, karena kemungkinan akan mencair setelah lewat batas waktu, sampaikan ke petugas pabean atau kru pesawat Anda akan menitipkan ASI perah di lemari pendingin pesawat.

Teknik memerah dan membawa ASI perah di dalam pesawat. Selain aturan-aturan membawa ASI dalam pesawat terbang, Anda perlu perhatikan juga teknik memerah ASI di dalam pesawat atau menyimpan ASI perah dalam kabin.
  • Simpan ASI perah di cooler box dengan beberapa ice pack untuk menjaga ketahanan ASI selama kurang lebih 6-7 jam atau tergantung lama perjalanan.
  • Bila tidak membawa ice pack, titipkan ASI perah di lemari pendingin di kabin.
  • Jika harus memerah ASI di pesawat, sampaikan ke awak kabin, mungkin mereka bisa membantu Anda dengan memberi deretan kursi yang kosong. Gunakan apron menyusui, permisi kepada penumpang di sebelah dan lakukan prosedur memerah ASI seperti biasa (cuci tangan, dan lain-lain).

Tips Agar Bayi Tak Rewel di Perjalanan

Saat Anda melakukan perjalanan dengan mengajak serta bayi Anda, bisa saja bayi tidak bisa tidur dan rewel sepanjang naik pesawat. Agar hal itu tidak bisa terjadi, simak tips berikut.
  • Usahakan tidak membawa bayi berlibur ke tempat yang sangat jauh, dengan waktu tempuh perjalanan lebih dari 3 jam
  • Atau sebelum mengadakan perjalanan jauh, "latih" bayi bepergian dengan waktu tempuh singkat atau sedang
  • Alat transportasi harus aman dan nyaman, karena bayi lebih rentan di udara panas atau di ruangan sempit. Kalau naik mobil, pastikan ruangannya luas, AC-nya oke, dan bayi didudukkan di car seat. Jika kereta api, pilih kelas eksekutif
  • Hindari mengajak bayi berusia kurang dari 3 bulan naik pesawat, sebab rentan mengalami gangguan telinga akibat perubahan tekanan udara di kabin
  • Tak perlu segan untuk menanyakan fasilitas di pesawat terbang seperti makanan, diapers, atau keranjang bayi (travel cots) saat membeli tiket
  • Hindari berdesakan saat naik dan turun kendaraan karena bisa-bisa bayi Anda tergencet!
  • Dapatkan kursi dekat lorong di pesawat terbang agar gampang keluar masuk
  • Saat pesawat take off dan landing, susui bayi agar perubahan tekanan udara tidak mengganggu telinganya
  • Gerak dan hirup udara segar. Kalau naik mobil, stop tiap 2 jam sekali untuk menyusui atau menggendong bayi jalan-jalan. DI pesawat, duduk di deretan kursi terluar agar mudah membawa bolak-balik kabin
  • Sewa mobil di tempat liburan agar praktis untuk bepergian
  • Silakan mencoba transportasi lokal, seperti becak, delman, tuktuk, bis, trem atau MRT, bersama bayi asal aman dan tidak berdesakan
  • Lupakan pakai kereta dorong. Karena kebanyakan kota-kota di Indonesia tidak bersahabat dengan trotoar yang sempit dan jalanan berdebu. Di luar negeri, silakan.

Sukses Naik Pesawat Bersama Bayi

Sukses Naik Pesawat Bersama Bayi Bayi usia tiga bulan atau lebih sudah bisa melakukan penerbangan. Bahkan bayi yang lahir cukup bulan dan tidak memiliki gangguan jantung dan pernafasan, dapat melakukan penerbangan sejak usia tujuh hari.

Benarkah bayi boleh naik pesawat?
Sebenarnya bayi usia tiga bulan atau lebih sudah bisa melakukan perjalanan dengan pesawat. Bahkan, menurut peraturan di sebuah maskapai penerbangan Indonesia, bayi yang lahir cukup bulan dan tidak memiliki gangguan jantung dan pernafasan, boleh melakukan penerbangan sejak usia tujuh hari. Namun tak ada salahnya jika Anda melakukan konsultasi dengan dokter dan cek keadaan bayi secara keseluruhan sebelum Anda memutuskan untuk melakukan perjalanan dengan pesawat.

Atasi Sakit Telinga. Untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan di telinga bayi, susui atau berikan makanan pada bayi sebelum take-off dan landing. Dan sebaiknya bayi dalam keadaan bangun dan disusui ketika turun dari pesawat. Bawalah perlengkapan dan kebutuhan bayi yang diperlukan untuk traveling.

Perlukah carseat di pesawat? Memang biasanya pada usia 24 bulan pun bayi masih bisa bebas biaya, namun sangat tidak dianjurkan untuk bayi duduk dipangkuan Anda. Turbulesi atau perubahan tekanan secara drastis di pesawat dapat membuat bayi terlepas dari pegangan Anda. Dan jika terjadi kecelakaan, bayi bisa saja terjepit di antara tubuh Anda. Ada baiknya jika Anda memesan satu kursi lagi khusus untuk bayi. Jika ia sudah cukup besar untuk bisa duduk sendiri, itu lebih baik. Atau jika tidak, Anda bisa menggunakan car seat atau pengaman khusus untuk bayi dan anak kecil.
Perlu diperhatikan:
  • Jangan sembarangan menggunakan car seat untuk bayi. Jika Anda membeli car seat buatan Amerika, pastikan ada sertifikasi dari Federal Aviation Administration (FAA). Untuk lebih amannya, carilah yang bertuliskan: "This restraint certified for use in motor vehicles and aircraft."
  • Jika berat badan bayi sudah mencapai 20 kilogram, lebih baik ia menggunakan sabuk pengaman pesawat. Dan selalu perhatikan dengan baik instruksi dari awak pesawat kapan Anda harus 'mengikat' bayi di kursinya.
  • Jika Anda bisa mencari tempat duduk dekat jendela, itu lebih baik. Dengan demikian Anda bisa meletakkan car seat bayi tanpa mengganggu jalan. Namun jangan duduk di samping pintu darurat atau dekat pintu keluar.
  • Jangan lupa untuk membawa beberapa mainan atau buku favorit bayi. Mainan dan buku-bukunya ini akan membantu Anda agar bayi bisa tenang dan duduk manis di pesawat.